Minggu, 05 September 2021

 TIK sebagai sarana Komunikasi dengan Kelompok Sasaran 







A. Perkembangan praktek penggunaaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran program pelatihan

Kata pelatihan atau training menurut Poerwadarminta (1986) berasal dari kata “latih” ditambah berawalan pe, dan akhiran an yang artinya telah biasa, keadaan telah biasa diperoleh seseorang setelah melalui proses belajar atau diajar. Latihan berarti pelajaran untuk membiasakan diri atau memperoleh kecakapan tertentu. Pelatih adalah orangorang yang memberikan latihan.

Pelatihan atau training adalah proses pengubahan sistematik perilaku para karyawan dalam suatu arah guna meningkatkan tujuan organisasional Dengan demikian pelatihan (training) adalah suatu proses peningkatan dan usaha untuk menyempurnakan bakat, keterampilan, kecakapan, kemampuan dan keahlian karyawan dalam menjalankan tugas pekerjaannya serta guna mewujudkan tujuan perusahaan. Pelatihan atau training merupakan salah satu usaha dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam dunia kerja. 

Dari penjelasan diatas maka peran TIK dalam program pelatihan amatlah penting, yang memiliki tujuan agar seuatu program yang dikerjakan dapat berjalan dengan baik.

Contohnya:
Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran bagi para guru. Kegiatan pelatihan ini diawali dengan penyampaian materi melalui metode ceramah mengenai pengenalan TIK serta bagaimana TIK dapat dimanfaatkan bagi proses pembelajaran serta ragam aplikasi yang dapat digunakan untuk membantu para guru dalam pembelajarannya . Pada pemaparan materi ini, sudah terlihat bagaimana peserta merespon dengan positif, dimana terkadang disela-sela pemaparan ada pertanyaaan yang muncul dari peserta pelatihan 
Aplikasi yang ditawarkan adalah flash, e-learning, learning management system dan microsoft  word. Di sepakati oleh seluruh peserta bahwa untuk flash, e-learning dan learning management system 
hanya pengenalan saja, sedangkan microsoft word karena berkaitan dengan keseharian mereka sedikit 
lebih mendalam.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan pengenalan aplikasi flash bagi pembelajaran, pada materi ini peserta diberikan pengantar dan beberapa contoh flash yang dapat meningkatkan minat siswa 
pada belajar dikarenakan tampilan yang menarik sehingga tidak menimbulkan kebosanan dalam belajar yang dilanjutkan dengan membuka sesi tanya jawab. Dengan adanya TIK ini diharapkan Pengetahuan dan pemahaman para guru mengenai ragam aplikasi TIK yang dapat digunakan bagi pembelajaran agar  mengalami peningkatan.


B. Perkembangan praktek penggunaaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran program pemberdayaan masyarakat

Pemberdayaan masyarakat adalah upaya fasilitas yang bersifat non instruktif guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat agar mampu mengidentifikasi masalah, merencanakan, dan melakukan pemecahannya dengan memanfaatkan potensi setempat dan fasilitas yang ada, baik dari instansi lintas sektoral maupun LSM dan tokoh masyarakat.
Tujuan dari program pemberdayaan masyarakat ini adalah terwujudnya kehidupan masyarakat yang lebih baik karena didukung oleh kehidupan yang lebih baik sebagai dampak dari keberhasilan dalam pemberdayaan lingkungan baik fisik maupun sosial.

Dengan adanya TIK dalam program pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kualitas, produksi, pemasaran dan laba dalam suatu program pemberdayaan. 
Manfaat TIK dalam program pemberdayaan ini menjadikan masyarakat mampu menggunakan TIK untuk mencari informasi untuk mengembangkan dan mencari pemecahan masalah dalam
bidang pertanian dan peternakan, dengan TIK potensi wisata dapat diperkenalkan secara efektif dan efesien kepada masyarakat luar, serta TIK mampu menunjang pendidikan.

Untuk meningkatkan program pemberdayaan  diperlukan sosialisasi kepada masyarakat untuk
membangun pengetahuan dan persepsi masyarakat . Sehingga partisipasi masyarakat dapat tumbuh. Perlunya pendampingan secara terus menerus kapada masyarakat baik kelompok maupun individu dalam memahami TIK. Perlu menjalin kemitraan dengan pemerintah maupun swasta agar kegiatan-kegiatan pemberdayaan dapat berjalan dengan lancar. 

C. Perkembangan praktek penggunaaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran program pendidikan kesetaraan

Pendidikan kesetaraan merupakan bagian dari pendidikan nonformal yang memberikan layanan
pendidikan Program Paket A setara SD, ProgramPaket B setara SMP dan Program Paket C setara
SMA , dengan memberikan penekanan pada peningkatan kemampuan ilmu pengetahuan,
keterampilan, pengembangan sikap kepribadian kepada peserta didik. 

Saat ini sedang terjadi semacam euforia penerapan TIK di segala bidang. Infrastruktur mahal dan rumit dengan dana milyaran rupiah dibangun di institusi pemerintah maupun swasta. Sekolah-sekolah dan perguruan tinggi dimanjakan dengan suplai sarana dan prasarana TIK. Menjadi sebuah pertanyaan saat kitamenghadapi kenyataan banyak dari sarana dan prasarana tersebut tidak termanfaatkan dengan optimal. Hal ini dapat terjadi lebih dikarenakan segala 
pengadaan sarana dan prasarana TIK tersebut tidaklah berangkat dari sebuah analisis kebutuhan (requirement analysis), sebuah tahapan penting yang harusnya selalu menjadi dasar bagi setiap perencanaan proses pengembangan TIK.
Tidak perlu memberikan peralatan mahal berharga milyaran rupiah untuk sebuah lembaga pendidikan yang bahkan belum memiliki visi hendak digunakan untuk apa peralatan tersebut. Tidak perlu memberikan materi network setting kepada peserta didik yang hanya membutuhkan belajar cara mengakses internet untuk mengirim email ke keluarganya.
Yang paling penting adalah membuat peserta didik mengenal dan akrab dengan TIK dan biarkan mereka mengembangkan keinginan belajar lebih lanjut menjadi kebutuhan mereka sendiri lewat proses belajar dan penalaran tanpa paksaan apapun. Memaksakan sebuah sistem, membuat TIK sebagai sesuatu yang harus dipelajari, dan yang paling harus dihindari mengesankan bahwa alat-alat yang berada di depan mereka adalah alat-alat berharga mahal dan tidak akan pernah mampu mereka beli hanya akan menjadikan TIK sebuah momok.
Pembelajaran yang sederhana dan menyenangkan dengan menggunakan berbagai peralatan TIK berharga murah justru akan membuat peserta didik tertarik untuk mempelajari lebih lanjut. Hal lain yang paling penting adalah menunjukkan bahwa TIK dapat meningkatkan kualitas hidup mereka bahkan memberikan penghasilan lebih.
Dengan menjadikan TIK sebagai kebutuhan maka keinginan mempelajari lebih lanjut dan mengembangkan skill dan knowledge mereka akan muncul dengan sendirinya. Peran satuan-satuan pendidikan nonformal sebagai pemicu dan memberikan wawasan inilah yang justru lebih penting daripada sekedar menyediakan sarana dan prasarana berharga mahal tetapi tidak sesuai dengan kebutuhan.


Daftar Rujukan:
Djauhari, Marhum. 2008. Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dalam Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat Pedesaan. Jurnal Buletin Pos dan Komunikasi,

Muhammad Anas, 2008, makalah yang disajikan dalam simposium pendidikan, Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Christina Ismaniati, makalah, Penggunaan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran, FIP-Universitas Negeri Yogyakarta



7 komentar:

Peranan Produk Teknologi Informasi dan Komunikasi Merancang produk dengan teknologi informasi merupakan sesuatu yang telah umum dilakukan. D...