Selasa, 28 September 2021

 Praktek Penguasaan TIK dalam PLS











Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sekarang ini membawa banyak perubahan dalam peradaban manusia. Kemajuan dalam TIK telah memudahkan manusia dalam menjalankan berbagai pekerjaannya. Dampak positifnya sangat besar dan berpengaruh, meski tidak sedikit pula dampak negatif yang ditimbulkannya. Transfer informasi dan komunikasi berlangsung sangat cepat yang bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun. Misalnya dengan ditemukannya internet maka seseorang bisa mengirimkan kabar, informasi, data menggunakan komputernya ke seluruh penerima di berbagai belahan dunia. Sebagai sumber informasi, jaringan internet telah menjadi salah satu sumber pembelajaran di dunia pendidikan. Sistem pembelajaran tidak lagi berfokus pada tatap muka. Sebab, sekarang ini mulai muncul konsep distance learning.


Alasan pentingnya TIK dalam Pendidikan Luar Sekolah (PLS)

1. Meningkatkan kualitas SDM

2. Meningkatkan taraf pendidikan serta kesejahteraan masyarakat

3. Memenuhi kebutuhan masyarakat

4. Memberi pendidikan kepada masyarakat yang belum pernah sekolah


Pengaplikasian TIK dalam Pendidikan Luar Sekolah:

A. Televisi Pendidikan

Televisi pendidikan adalah sebuah stasiun televisi di Indonesia yang dimiliki oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Stasiun televisi ini khusus ditujukan untuk menyebarkan informasi di bidang pendidikan dan berfungsi sebagai media pembelajaran masyarakat.

Tujuan dari televisi pendidikan ini adalah untuk:

  • Membantu mencerdaskan kehidupan bangsa
  • Membantu mewujudkan hak semua warga negara Indonesia untuk memperoleh pengajaran
Kelebihan dan Kekurangan Televisi Pendidikan:

Kelebihan:
  • Bersifat langsung dan nyata, serta dapat menyajikan peristiwa yang sebenarnya
  • Dapat menciptakan kembali peristiwa masa lampau
  • Dapat mempertunjukan banyak hal dan banyak segi yang beraneka ragam
  • Banyak mempergunakan sumber-sumber masyarakat
  • Menarik minat masyarakat
Kekurangan:
  • Biaya operasinal yang cukup mahal
  • TV terlalu menekan pentingnya materi krtimbang proses pembelajaran langsung
  • Diperlukan adanya persiapan terlebih dahulu sebelum pembelajaran berlangsung

B. Radio Edukasi
Radio Edukasi (RE) merupakan salah satu sumber belajar atau media pendidikan yang dikembangkan oleh Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan dan Kebudayaan (BPMRPK) Yogyakarta sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) PPUSDATIN-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 
Radio Edukasi merupakan wadah untuk mengimplementasi-kan hasil-hasil pengembangan program media audio/ radio pendidikan yang diproduksi oleh BPMRP Yogyakarta. Radio Edukasi mulai beroperasi pada tanggal 1 Oktober 2007 di Yogyakarta dan dipancarkan melalui Frekuensi AM 1251 kHz.

Radio Edukasi menyiarkan berbagai materi pendidikan yang dikemas dengan santun, cerdas, dan menghibur serta disiarkan dalam berbagai bentuk program acara. Konten siaran yang disajikan/disiarkan RE terdiri atas media audio pendidikan, baik untuk pendidikan formal, nonformal maupun informal. Media audio yang ditujukan untuk pendidikan formal adalah Media Audio Penunjang Pendidikan (MAPP). Media audio untuk pendidikan nonformal, antara lain berisikan “Dongeng”, “Kisah Tokoh”, “Risalah Nabi dan Sahabat”, “RE Musisi”, serta “RE Jalan-Jalan Sore (JJS). Di samping itu, RE juga menurut Innayah (2009) ikut menyebarluaskan informasi dan kebijakan pendidikan dengan pola sajian yang mendidik, interaktif, dan menghibur. Media audio/ radio merupakan media pendidikan yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber belajar (learning resources).

Siaran Radio Edukasi dapat digunakan untuk belajar karena membahas materi berbagai pelajaran, membuat pelajaran lebih menarik, di samping masyarakat mendapatkan informasi dan pengetahuan melalui siaran RE. Sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian analisis kebutuhan belajar masyarakat ini adalah menyusun konten siaran dengan memperhatikan kompetensi peserta didik, pendidik, dan masyarakat dengan tingkat pengetahuan yang dikuasai peserta didik, pendidik, dan masyarakat sebagai sasaran dari Radio Edukasi.




Sumber:
https://fdokumen.com/document/aplikasi-tik-dalam-pls.html
http://pena.belajar.kemdikbud.go.id/2020/10/radio-edukasi-sebagai-sumber-belajar/


Selasa, 21 September 2021

 Penyesuaian Penggunaan TIK dengan kebutuhan warga belajar







Warga belajar adalah anggota masyarakat, tanpa batas umur, yang memerlukan suatu atau beberapa jenis pendidikan tertentu, mempunyai hasrat untuk belajar, serta bersedia membiayai sebagian atau segala keperluan belajarnya. Pengertian warga belajar adalah proses menuju tercapainya kedewasaan atau tingkat yang lebih sempurna pada suatu individu dan bersifat kualitatif. Perkembangan merupakan proses yang berjalan sejajar dengan pertumbuhan, faktor “ faktor yang mempengaruhinya yaitu factor internal dan factor eksternal ligkungan. Faktor lingkungan bisa saja di dapatkan dari dalam rumah dan sekolah melalui interaksi social. Hubungannya dengan pendidikan, sekolah merupakan pusat pengembangan peserta didik, guru dan lainnya, artinya sekolah berfungsi sebagai tempat pemberdayaan masyarakat dan sekolah juga harus dapat melakukan pengembangan dan perubahan transformasional kurikulum diharapkan dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar dan mengajar. Tetapi keluhan tentang lemahnya minat belajar anak juga dapat ditimbulkan ketika anak berhadapan dengan guru dan biasanya yang sering terjadi di lingkungan sekolah berkaitan kriteria guru yang mereka sukai yang dapat meningkatkan minat belajar mereka. 

Warga belajar merupakan suatu komponen masukan dalam system pendidikan, yang selanjutnya di proses dalam proses pendidikan, sehingga menjadi manusia yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan.Pendekatan sosial warga belajar adalah anggota masyarakat yang sedang di siapkan untuk menjadi anggota masyarakat yang lebih baik. Pendekatan psikologis warga belajar adalah suatu organisme yang sedang tumbuh dan berkembang menggambarkan perubahan kualitas dan abilitas dalam diri seseorang, yakni adanya perubahan dalam struktur, kapisitas, fungsi dan afisiensi. Perkembangan itu bersifat keseluruhan, misalnya perkembangan intelegensi, sosial, emosional, sepiritual, yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Pedekatan Edukatif yaitu pendekatan pendidikan menempatkan peserta didik sebagai unsur penting yang memiliki hak dan kewajiban dalam rangka sistem pendidikan menyeluruh dan terpadu. 


PELATIHAN E-LEARNING UNTUK TUTOR PENDIDIKAN KESETARAAN

Dalam dunia pendidikan terdapat tiga lembaga, yaitu lembaga formal, lembaga informal, dan 
lembaga non-formal. Lembaga formal merupakan jalur pendidikan terstruktur dan berjenjang yang 
terdiri dari sekolah dasar, sekolah menengah, dan perguruan tinggi, yang biasa kita sebut SD, SMP, 
SMA, SMK, universitas atau sekolah tinggi. Lembaga informal adalah lembaga mandiri atau 
lingkungan yang mendampingi belajar peserta didik, contohnya seperti bimbel. Lembaga non formal sering dikenal sebagai sekolah kesetaraan. Salah satu lembaga non formal adalah Pusat 
Kegiatan Belajar Masyarakat atau disingkat dengan PKBM. 

Peserta didik atau yang disebut dengan warga belajar berasal dari kalangan umum dan tidak 
berpatok umur. Banyak dari warga belajar memiliki profesi sebagai pekerja, yang memiliki 
keterbatasan waktu untuk menghadiri pertemuan tatap muka. Warga belajar dari PKBM Negeri 16 
terdiri dari pekerja, anak homeschooling, dan peserta didik di sekolah internasional. Pembelajaran 
yang digunakan warga belajar adalah gabungan pembelajaran klasikal, tutorial, dan pembelajaran 
mandiri.

Pembelajaran dengan TIK akan sangat mendukung pembelajaran di PKBM. Pemanfaatan TIK 
sangat mendukung pembelajaran mandiri, belajar mandiri adalah bentuk belajar dimana peserta 
belajar dapat membuat keputusan-keputusan penting sesuai dengan kebutuhan belajarnya sendiri.(
Nurdin, 2010). Warga belajar di PKBM memiliki keterbatasan waktu untuk melakukan 
pembelajaran tatap muka, oleh karena itu perlu di susun dan dikembangkan model dan paket 
pembelajaran dengan memanfaatkan TIK agar warga belajar dapat terfasilitasi untuk bebas belajar, 
dimana saja, dan kapan saja. 

Pembelajaran Online atau dikenal dengan pembelajaran elektronik, atau e-learning adalah 
pembelajaran yang disampaikan dengan memanfaatkan elektronik seperti komputer. (Roblyer, 
2016. Umumnya untuk mengakses materi online learning melalui jaringan, website, internet, 
intranet, CD dan DVD (Smaldino, Lowther dan Russell,2015). Dabbagh & Ritland (2005) 
mendefinisikan e-learning sebagai lingkungan belajar terbuka yang mengunakan perangkat 
pedagogik, internet dan teknologi berbasis web sebagai usaha untuk memfasilitasi pembelajaran 
dan membangun pengetahuan melalui interaksi dan kegiatan yang bermakna.

Salah satu penerapan e-learning adalah dengan memanfaatkan google classroom. 
Google Clasrrom adalah learning management system (LMS) yang membantu pendidik 
untuk membuat dan mengatur kelas secara virtual. Guru dapat membuat kelas, 
memberikan tugas, memberikan nilai dan mengintegrasikan pembelajaran dengan tautantautan yang dapat memperkaya pengetahuan warga belajar tanpa berbayar. (Khophadung& 
Vongtathum, 2016).

Peserta didik atau yang disebut dengan warga belajar berasal dari kalangan umum dan tidak 
berpatokan pada usia. Banyak dari warga belajar memiliki profesi sebagai pekerja, yang memiliki 
keterbatasan waktu untuk hadir pertemuan tatap muka. Warga belajar dari PKBM Negeri 16 terdiri 
dari pekerja, anak homeschooling, dan peserta didik di sekolah internasional. Pembelajaran yang 
digunakan warga belajar adalah gabungan pembelajaran klasikal, tutorial, dan pembelajaran 
mandiri.

Pembelajaran dengan TIK akan sangat mendukung pembelajaran di PKBM. Pemanfaatan TIK 
selain mendukung pembelajaran mandiri, juga karena warga belajar di PKBM memiliki 
keterbatasan waktu untuk melakukan pembelajaran tatap muka, oleh karena itu perlu di susun dan 
dikembangkan model dan paket pembelajaran dengan memanfaatkan TIK agar warga belajar dapat 
terfasilitasi untuk bebas belajar, dimana saja, dan kapan saja. 
e-learning adalah salah satu model pembelajaran berbasis TIK. Dabbagh & Ritland (2005) 
mendefinisikan e-learning sebagai lingkungan belajar terbuka yang mengunakan perangkat 
pedagogik, internet dan teknologi berbasis web sebagai usaha untuk memfasilitasi pembelajaran 
dan membangun pengetahuan melalui interaksi dan kegiatan yang bermakna. Salah satu penerapan 
e-learning adalah dengan memanfaatkan google classroom. Google classroom sebagai media 
pembelajaran online memiliki kemudahan dalam hal mengembangkan bahan belajar online, 
mendukung pembelajaran kolaboratif melalui diskusi yang dapat dilakukan secara online, 
pemberian tugas, memberikan nilai dan mengintegrasikan pembelajaran dengan tautan-tautan yang 
dapat memperkaya pengetahuan warga belajar.






Penulis sangat membutuhkan masukkan dan saran untuk menambah kesempurnaan postingan kali ini, untuk itu dimohon kepada para pembaca, jika ada kekeliruan dari postingan penulis kali ini, harap memberikan masukkan dan saran di kolom komentar dan saling berbagi pengetahuan. Terimakasih 😀






Rabu, 15 September 2021

 Aspek Pengelolaan Sumberdaya dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)





A. KESIAPANN EVALUASI) TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN LUA SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PENGELOLAAN (PERANCANGAN, PEMANFAATAN, DAR SEKOLAH. 

  

          Perencanaan TIK membutuhkan komponen strategi, yaitu:


Prinsip prinsip perencanaan. Hal ini sebagai dasar dalam merumuskan perencanaan yang ideal sesuai dengan kaidah teoritik dan konseptual ilmu perencanaan (planning study).

Penggabungan dengan sumber daya manusia. Dalam hal ini TIK terkait dengan kurikulum terutama sebagai dasar dalam perumusan tujuan, pemenuhan bahan pembelajaran, strategi pembelajaran dan evaluasi. TIK pada dasarnya sebagai alat untuk membantu (support) pencapaian target kurikulum. Dalam hal ini TIK berfungsi sebagai tambahan (supplement), pelengkap (complement), pengayaan (enrichment) dan pengganti (substuitution) sistem pembelajaran tradisional sebagaimana digariskan dalam sumber daya manusia. 

Pembelajaran yang profesional. TIK menuntut pola pembelajaran modern, lebih mengaktifkan peserta didik, menggunakan berbagai learning resources, optimalisasi potensi peserta didik serta pembelajaran berdasarkan minat (learning by interest). Aspek-aspek tersebut merupakan pola dasar pembelajaran untuk diaplikasikan dalam pembelajaran berbasis TIK. 

Aspek pembiayaan. Hal ini menjadi fokus perencanaan yang mempertimbangkan: perolehan sumber pendanaan pola pengelolaan dana yang diperoleh, responibility, acuntability dan sustainability dana untuk kesinambungan dan keberlanjutan program TIK.

         Adapun Upaya Peningkatan Kapasitas SDM


        Perlu upaya Peningkatan Kapasitas SDM  dan Penataan dalam pendayagunaan, dengan      perencanaan yang matang sesuai dengan kebutuhan, serta pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Oleh karena itu, dilakukan:




Meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya informasi serta pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi. Baik dikalangan pemerintah maupun dikalangan masyarakat.

Pemanfaatan sumber daya pendidikan dan pelatihan termasuk perangkat teknologi informasi dan komunikasi baik yang dimiliki oleh lembaga pemerintah maupun non-pemerintah/masyarakat.

Pengembangan pedoman penyelengaraan pendidikan dan pelatihan bagi lembaga pemerintah agar hasil pendidikan dan pelatihan tersebut sesuai dengan kebutuhan.

 Peningkatan kapasitas peyelenggaraan pendidikan dan pelatihan jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara optimal untuk mengurangi kesenjangan SDM dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi.

 Peningkatan informasi melalui pemberian penghrgaan/ apresiasi kepada seluruh SDM bidang informasi dan komunikasi di pemerintah dan daerah serta masyarakat yang secara aktif mengembangkan inovasi menjadi karya yang bermanfaat bagi pengembangannya.

B. KEBERTERIMAAN WARGA BELAJAR TERHADAP PRODUK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) YANG DIGUNAKAN DALAM PROGRAM PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH. 


Melalui pemanfaatan TIK kita dapat meningkatkan mutu pendidikan, yaitu dengan cara membuka lebar-lebar terhadap akses ilmu pengetahuan dan penyelenggaraan pendidikan bermutu. Sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi memberikan jangkauan yang luas, cepat, efektif, dan efesien terhadap penyebarluasan informasi ke berbagai penjuru dunia. Teknologi informasi berkembang sejalan dengan perkembangan  teori dan komunikasi teknologi yang menunjang terhadap praktik kegiatan pembelajaran.  Kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang paling pokok dalam keseluruhan proses pendidikan. Hal ini berarti pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses pembelajaran dirancang dan dijalankan secara profesional. 



Adapun ini manfaat-manfaat internet dari perkembangan teknologi informasi saat ini adalah sebagai berikut :

Bisa mengembangkan kreativitas yang telah kita miliki

Mempermudah kita untuk mencari informasi-informasi terbaru

Bisa menjalin tali silahturahim dengan teman atau kerabat yang jauh

Mencari penghasilan misalnya dengan cara penjualan online atau yang lain-lain

Bisa menyalurkan sebuah hobi yang kita miliki, misalnya hobi menulis bisa tersalurkan dengan cara kita menulis sebuah artikel, cerita pendek, novel serta menulis yang lainnya

Bisa mencari beberapa informasi tentang lowongan pekerjaan

Bisa membantu para pelajar ataupun mahasiswa dalam mengerjakan tugas atau mengerjakan soal-soal latihan secara online, dan masih banyak lagi.

Manfaat itu semua yang menjadikan masyarakat lebih sering menggunakan internet dalam kehidupan sehari-hari, apalagi sekarang ini banyak dijual komputer atau laptop dengan harga yang terjangkau sehingga banyak kalangan masyarakat yang sudah memilikinya. Namun, apabila kemajuan teknologi informasi ini tidak didampingi dengan majunya ilmu pengetahuan bisa saja kemajuan teknologi ini bukan menjadi bermanfaat pada si pengguna tapi malah menimbulkan berbagai masalah yang merugikan bagi si pengguna. Oleh karena itu, manfaatkan kecanggihan teknologi informasi ini dengan sebaik-baiknya agar bisa memberikan manfaat kepada kita.






referenasi :

https://itamilandarikhotimah.wordpress.com/2012/09/03/respon-masyarakat-terhadap-perkembangan-teknologi-informasi/

 http://blog.iain-tulungagung.ac.id/wp-content/uploads/sites/100/2013/11/TIK_inEduMat.pdf


Minggu, 05 September 2021

 TIK sebagai sarana Komunikasi dengan Kelompok Sasaran 







A. Perkembangan praktek penggunaaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran program pelatihan

Kata pelatihan atau training menurut Poerwadarminta (1986) berasal dari kata “latih” ditambah berawalan pe, dan akhiran an yang artinya telah biasa, keadaan telah biasa diperoleh seseorang setelah melalui proses belajar atau diajar. Latihan berarti pelajaran untuk membiasakan diri atau memperoleh kecakapan tertentu. Pelatih adalah orangorang yang memberikan latihan.

Pelatihan atau training adalah proses pengubahan sistematik perilaku para karyawan dalam suatu arah guna meningkatkan tujuan organisasional Dengan demikian pelatihan (training) adalah suatu proses peningkatan dan usaha untuk menyempurnakan bakat, keterampilan, kecakapan, kemampuan dan keahlian karyawan dalam menjalankan tugas pekerjaannya serta guna mewujudkan tujuan perusahaan. Pelatihan atau training merupakan salah satu usaha dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam dunia kerja. 

Dari penjelasan diatas maka peran TIK dalam program pelatihan amatlah penting, yang memiliki tujuan agar seuatu program yang dikerjakan dapat berjalan dengan baik.

Contohnya:
Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran bagi para guru. Kegiatan pelatihan ini diawali dengan penyampaian materi melalui metode ceramah mengenai pengenalan TIK serta bagaimana TIK dapat dimanfaatkan bagi proses pembelajaran serta ragam aplikasi yang dapat digunakan untuk membantu para guru dalam pembelajarannya . Pada pemaparan materi ini, sudah terlihat bagaimana peserta merespon dengan positif, dimana terkadang disela-sela pemaparan ada pertanyaaan yang muncul dari peserta pelatihan 
Aplikasi yang ditawarkan adalah flash, e-learning, learning management system dan microsoft  word. Di sepakati oleh seluruh peserta bahwa untuk flash, e-learning dan learning management system 
hanya pengenalan saja, sedangkan microsoft word karena berkaitan dengan keseharian mereka sedikit 
lebih mendalam.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan pengenalan aplikasi flash bagi pembelajaran, pada materi ini peserta diberikan pengantar dan beberapa contoh flash yang dapat meningkatkan minat siswa 
pada belajar dikarenakan tampilan yang menarik sehingga tidak menimbulkan kebosanan dalam belajar yang dilanjutkan dengan membuka sesi tanya jawab. Dengan adanya TIK ini diharapkan Pengetahuan dan pemahaman para guru mengenai ragam aplikasi TIK yang dapat digunakan bagi pembelajaran agar  mengalami peningkatan.


B. Perkembangan praktek penggunaaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran program pemberdayaan masyarakat

Pemberdayaan masyarakat adalah upaya fasilitas yang bersifat non instruktif guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat agar mampu mengidentifikasi masalah, merencanakan, dan melakukan pemecahannya dengan memanfaatkan potensi setempat dan fasilitas yang ada, baik dari instansi lintas sektoral maupun LSM dan tokoh masyarakat.
Tujuan dari program pemberdayaan masyarakat ini adalah terwujudnya kehidupan masyarakat yang lebih baik karena didukung oleh kehidupan yang lebih baik sebagai dampak dari keberhasilan dalam pemberdayaan lingkungan baik fisik maupun sosial.

Dengan adanya TIK dalam program pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kualitas, produksi, pemasaran dan laba dalam suatu program pemberdayaan. 
Manfaat TIK dalam program pemberdayaan ini menjadikan masyarakat mampu menggunakan TIK untuk mencari informasi untuk mengembangkan dan mencari pemecahan masalah dalam
bidang pertanian dan peternakan, dengan TIK potensi wisata dapat diperkenalkan secara efektif dan efesien kepada masyarakat luar, serta TIK mampu menunjang pendidikan.

Untuk meningkatkan program pemberdayaan  diperlukan sosialisasi kepada masyarakat untuk
membangun pengetahuan dan persepsi masyarakat . Sehingga partisipasi masyarakat dapat tumbuh. Perlunya pendampingan secara terus menerus kapada masyarakat baik kelompok maupun individu dalam memahami TIK. Perlu menjalin kemitraan dengan pemerintah maupun swasta agar kegiatan-kegiatan pemberdayaan dapat berjalan dengan lancar. 

C. Perkembangan praktek penggunaaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran program pendidikan kesetaraan

Pendidikan kesetaraan merupakan bagian dari pendidikan nonformal yang memberikan layanan
pendidikan Program Paket A setara SD, ProgramPaket B setara SMP dan Program Paket C setara
SMA , dengan memberikan penekanan pada peningkatan kemampuan ilmu pengetahuan,
keterampilan, pengembangan sikap kepribadian kepada peserta didik. 

Saat ini sedang terjadi semacam euforia penerapan TIK di segala bidang. Infrastruktur mahal dan rumit dengan dana milyaran rupiah dibangun di institusi pemerintah maupun swasta. Sekolah-sekolah dan perguruan tinggi dimanjakan dengan suplai sarana dan prasarana TIK. Menjadi sebuah pertanyaan saat kitamenghadapi kenyataan banyak dari sarana dan prasarana tersebut tidak termanfaatkan dengan optimal. Hal ini dapat terjadi lebih dikarenakan segala 
pengadaan sarana dan prasarana TIK tersebut tidaklah berangkat dari sebuah analisis kebutuhan (requirement analysis), sebuah tahapan penting yang harusnya selalu menjadi dasar bagi setiap perencanaan proses pengembangan TIK.
Tidak perlu memberikan peralatan mahal berharga milyaran rupiah untuk sebuah lembaga pendidikan yang bahkan belum memiliki visi hendak digunakan untuk apa peralatan tersebut. Tidak perlu memberikan materi network setting kepada peserta didik yang hanya membutuhkan belajar cara mengakses internet untuk mengirim email ke keluarganya.
Yang paling penting adalah membuat peserta didik mengenal dan akrab dengan TIK dan biarkan mereka mengembangkan keinginan belajar lebih lanjut menjadi kebutuhan mereka sendiri lewat proses belajar dan penalaran tanpa paksaan apapun. Memaksakan sebuah sistem, membuat TIK sebagai sesuatu yang harus dipelajari, dan yang paling harus dihindari mengesankan bahwa alat-alat yang berada di depan mereka adalah alat-alat berharga mahal dan tidak akan pernah mampu mereka beli hanya akan menjadikan TIK sebuah momok.
Pembelajaran yang sederhana dan menyenangkan dengan menggunakan berbagai peralatan TIK berharga murah justru akan membuat peserta didik tertarik untuk mempelajari lebih lanjut. Hal lain yang paling penting adalah menunjukkan bahwa TIK dapat meningkatkan kualitas hidup mereka bahkan memberikan penghasilan lebih.
Dengan menjadikan TIK sebagai kebutuhan maka keinginan mempelajari lebih lanjut dan mengembangkan skill dan knowledge mereka akan muncul dengan sendirinya. Peran satuan-satuan pendidikan nonformal sebagai pemicu dan memberikan wawasan inilah yang justru lebih penting daripada sekedar menyediakan sarana dan prasarana berharga mahal tetapi tidak sesuai dengan kebutuhan.


Daftar Rujukan:
Djauhari, Marhum. 2008. Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dalam Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat Pedesaan. Jurnal Buletin Pos dan Komunikasi,

Muhammad Anas, 2008, makalah yang disajikan dalam simposium pendidikan, Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Christina Ismaniati, makalah, Penggunaan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran, FIP-Universitas Negeri Yogyakarta



Peranan Produk Teknologi Informasi dan Komunikasi Merancang produk dengan teknologi informasi merupakan sesuatu yang telah umum dilakukan. D...