Selasa, 02 November 2021

Peranan Produk Teknologi Informasi dan Komunikasi







Merancang produk dengan teknologi informasi merupakan sesuatu yang telah umum dilakukan. Dengan menggunakan perangkat lunak yang bernama CATIA (Computer Aided Three Dimensional Interctive Application) buatan Dassault system, Prancis, sebuah pabrik dapat merancang mobil atau pesawat terbang tanpa menggunakan kertas. Dodge dan Daimer Crysler merupakan contoh perusahaan yang mengandalkan perangkat lunak ini untuk mewujudkan desain mobil beserta komponen-komponennya dan bahkan untuk mengujinya.


Boeing Company, industri pesawat terbang terbesar di Amerika, juga menggunakan CATIA untuk merancang pesawat terbang. Hal yang menarik adalah dengan menggunakan software tersebut perusahaan ini membuat inovasi yang melibatkan pelanggan dalam melaksanakan perancangan dan pengujian. Software yang sama digunakan oleh industri pesawat terbang di Indonesia IPTN. Sementara itu PT. PAL Indonesia telah lama menggunakan perangkat lunak CAD-CAM bernama Foran untuk mendesain dan membuat kapal.


Selain itu, para perancang rumah dapat menggunakan perangkat lunak yang khusus ditujukan untuk keperluan itu, misalnya 3D Home Architect (Broderbund Software.inc), dengan program seperti ini, perancang dapat membuat tata letak ruangan dan kemudian melihat hasilnya dalam bentuk tiga dimensi.

Paparan hasil perancangan produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)






Pengertian Perancangan

Perancangan adalah penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi Perancangan sistem dapat dirancang dalam bentuk bagan alir sistem (system flowchart), yang merupakan alat bentuk grafik yang dapat digunakan untuk menunjukan urutan-urutan proses dari sistem (Syifaun Nafisah, 2003 : 2).

 Pengertian Perancangan Aplikasi

Konsep Merancang Multimedia merupakan aplikasi multimedia yang akan dibuat. Untuk dapat merancang konsep dalam membuat aplikasi multimedia dibutuhkan kreatifitas. Kreatifitas adalah kemampuan untuk menyajikan gagasan atau ide baru. Sedangkan inovasi merupakan aplikasidari gagasan atau ide baru tersebut. Untuk menciptakan ide yang orisinil tidaklah mudah, maka dapat digunakan beberapa teknik untuk menciptakan ide, yaitu penyesuaian (adaptasi), Multimedia yang telah ada dianggap belum sesuai dengan lingkungan yang dituju.


Merancang Konsep Analisis sistem bekerjasama dengan pemakai, mungkin juga bekerjasama dengan profesional komunikasi seperti produser, sutradara, penulis naskah, editor elektronik terlibat dalam merancang konsep yang menentukan keseluruhan pesan dan membuat aliran (urutan) pada aplikasi multimedia yang akan dibuat. Untuk dapat merancang konsep dalam membuat aplikasi multimedia dibutuhkan kreativitas. Kreativitas adalah kemampuan untuk menyajikan gagasan atau ide baru. Sedangkan inovasi merupakan aplikasi dari gagasan atau ide baru tersebut. Untuk menciptakan ide yang orisinil tidaklah mudah, maka dapat digunakan beberapa teknik untuk menciptakan ide, yaitu penyesuaian (adaptasi).


Multimedia yang telah ada dianggap belum sesuai dengan lingkungan yang dituju walaupun isinya telah sesuai dengan lingkungan. Misalnyamultimedia ditujukan ke kalangan kawula muda namun multimedia yang ada hanya sesuai untuk kalangan orang tua (dari sisi desain tampian, bahasa dll) pembesaran (maksimasi), Multimedia yang ada dianggap sangat sederhana, sehingga perlu untuk dikembangkan lebih komplekspengecilan (minimasi), Multimedia yang ada dianggap terlalu rumit dan sulit untuk difahami, dimengerti, dioperasikan dll. Sehingga perlu untuk dilakukan. Penyederhanaan pembalikan (inversi), Multimedia yang telah ada dianggap memiliki isi yang keliru, sehingga diperlukan perubahan isi multimedia secara menyeluruh terhadap pengembangan multimedia tersebut perubahan (modifikasi), pengaturan kembali dan perpaduan (kombinasi). Multimedia dianggap belum sesuai dengan kebutuhan dan dirubah dengan menggunakan teknik perubahan lebih dari satu cara pengembangan.








Kamis, 21 Oktober 2021

 Perancangan produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)







Karaktetiristik dalam sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi antara lain:


-Mampu menyediakan informasi.

-Mampu menyediakan informasi.-User Friendly, di - design dengan tepat untuk mempermudah akses informasi bagi pengguna.

-Mampu menyediakan informasi.-User Friendly, di - design dengan tepat untuk mempermudah akses informasi bagi pengguna.- Handal.

-Mampu menyediakan informasi.-User Friendly, di - design dengan tepat untuk mempermudah akses informasi bagi pengguna.- Handal.- Siklus inovasi yang cepat.

-Mampu menyediakan informasi.-User Friendly, di - design dengan tepat untuk mempermudah akses informasi bagi pengguna.- Handal.- Siklus inovasi yang cepat.-Mempunyai waktu respon yang minimal.


2.Dua jenis persiapan dan perancangan produk teknologi informasi dan komunikasi:

a. Membuat sketsa dan membutuhkan ide untuk membuat rancangan tersebut

a. Membuat sketsa dan membutuhkan ide untuk membuat rancangan tersebutb. Persiapkan apa yang ingin anda buat dan siapkan alat bantu lainnya.

Contohnya produk informasi dan komunikasi:

-tv

-hp(handphone)

-laptop dll


3.Alarm banjir adalah alat untuk memperingatkan apabila akan terjadi banjir.

Cara kerjanya menggunakan prinsip rangkaian listrik tertutup digabung dengan hukum Archimides. Sebagai peringatan dini untuk masyarakat terutama yang tinggal di daerah rawan banjir.



Selasa, 05 Oktober 2021

 PENGELOLAAN TIK DALAM PLS










A. Identifikasi Sasaran dan Kebutuhan Bahan Belajar Pendukung Produk TIK yang Digunakan untuk Program PLS
                  Pemanfaatan teknologi informasi baik sebagai sumber belajar maupun media pembelajaran merupakan salah satu cara yang diharapkan efektif menanggulangi kelemahan persoalan pembelajaran yang masih bersifat konvensional. Dengan menggunakan teknologi informasi diharapkan terjadi interaksi pembelajaran anatara siswa dengan siswa, siswa dengan sumber belajar lebih komunikatif. Melalui berbagai model pembelajaran yang ditawarkan diharapkan terbentuk interaksi belajar siswa yang tidak hanya menekankan pada proses pemanfaatan namun pencarian, penelitian atau penggalian berbagai sumber belajar sehingga terbentuk cara berfikir yang lebih konprehensif dan terintegrasi.
         Melalui interaksi tersebut diharapkan ada peningkatan dalam keterampilan berfikir, keterampilan berinteraksi serta keterampilan keterampilan ideal lainnya. Hal ini dapat dilakukan manakala dukungan yang berasal dari lembaga, guru, siswa, masyarakat dan teknologi berkontribusi positif terhadap penyelenggaraan pembelajaran berbasis teknologi informasi. Sejalan dengan berbagai jenis aspek standar kompetensi, materi pembelajaran juga dapat dibedakan menjadi jenis materi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.Materi pembelajaran aspek kognitif secara terperinci dapat dibagi menjadi empat jenis, yaitu: fakta, konsep, prinsip dan prosedur (Reigeluth, 1987).
 1. Materi jenis fakta adalah materi berupa nama-nama objek, nama tempat, nama  orang, lambang, peristiwa sejarah, nama bagian atau komponen suatu benda, dan lain sebagainya.
2. Materi konsep berupa pengertian, definisi, hakekat, inti isi.
3. Materi jenis prinsip berupa dalil, rumus, postulat adagium, paradigma, teorema.
4. Materi jenis prosedur berupa langkah-langkah mengerjakan sesuatu secara urut, misalnya langkah-langkah menelpon, cara-cara pembuatan telur asin atau cara-cara pembuatan bel listrik.
5. Materi pembelajaran aspek afektif meliputi: pemberian respon, penerimaan (apresisasi), internalisasi, dan penilaian.
6. Materi pembelajaran aspek motorik terdiri dari gerakan awal, semi rutin, dan rutin.
              Media pembelajaran sangat penting bagi keberhasilan proses belajar dan pembelajaran di samping komponen-komponen yang lain seperti metode, materi, sarana dan prasarana, karakteristik dan lingkungan peserta didik, kemampuan guru dan lain sebagainya. Media pembelajaran ialah segala bahan, alat, metode ataupun teknik yang digunakan untuk menyampaikan informasi dari sumber ke penerima informasi (siswa) selama proses pembelajaran sehingga dicapai proses pembelajaran yang lebih bermutu. Pemakaian atau pemilihan media pembelajaran yang tepat dalam proses belajar dan pembelajaran dapat membangkitkan minat dan keinginan yang baru, motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap peserta didik atau siswa. Media pembelajaran yang dibutuhkan oleh masyarakat khususnya masyarakat desa yang kurang mengetahui perkembangan teknologi dan komunikasi.
             Maka media pembelajaran yang dibutuhkan bagi masyarakat tersebut merupakan media komputer dan media berbasis internet. Model pembelajaran internet dibutuhkan pada model pembelajaran di daerah pedesaan. Karena model pembelajaran media internet mudah dikemas dalam proses pembelajaran, menarik, dan mudah dipahami oleh peserta didik karena masyarakat akan lebih mudah memahami jika contoh pembelajaran secara langsung atau dengan penggambaran secara nyata. Misalnya dalam suatu pelatihan pembuatan kerajinan tas, bros, dan hiasan kita dapat mencari melalui media internet sehingga bermacam-macam bentuk atau model dapat kita lihat melalui berbagai macam. Dalam proses pengajarannya dikemas dengan model media internet, cara pembuatannya kita menunjukkan tahap-tahapannya dan menayangkan video-videonya. Namun hendaknya cara pembelajarannya dicontohkan secara langsung dengan bersama-sama sehingga peserta didik dapat dengan mudah menangkap pelajaran yang di berikan oleh narasumber teknis. Media internet dapat dimanfaatkan peserta didik dalam proses pengembangan keterampilan dan usahanya, karena perkembangan zaman modern ini masih banyak masyarakat yang belum bisa memanfaatkan media internet
            Setelah menentukan siapa sasaran dan melakukan identifikasi kebutuhan terlebih dahulu baru bisa memeilih produk mana yang cocok untuk menerapkan TIK  yang sesuai dengan Standar Kompetensi di atas. Hal yang diterapkan seperti penggunaan Media Radio yang meruapakan Produk Teknologi yang akan mengembangkan kemampuan Psikomotorik Peserta Didik, dan penggunaan Media lainnya yang sesuai.
B. Penyusunan Proposal tentang Penggunaan TIK yang Digunakan untuk Program PLS
         Langkah Paling terakhir setelah selesai di indentifikasi yaitu langsung kita terapkan Metode Pembelajaran dengan menggunakan TIK tersebut dengan cara membuat Proposal pengajuannya kepada pihak Lembaga atau Penyelenggara Program.Hal ini dilakukan agar tidak terjadi tindakan semena-mena oleh para Pendidik, pembuatan proposal itu dilakukan tentu saja harus dengan Latar Belakang dan Tujuan yang jelas, dan juga dengan sistematika yang teratur agar proposal bisa disetujui.

Selasa, 28 September 2021

 Praktek Penguasaan TIK dalam PLS











Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sekarang ini membawa banyak perubahan dalam peradaban manusia. Kemajuan dalam TIK telah memudahkan manusia dalam menjalankan berbagai pekerjaannya. Dampak positifnya sangat besar dan berpengaruh, meski tidak sedikit pula dampak negatif yang ditimbulkannya. Transfer informasi dan komunikasi berlangsung sangat cepat yang bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun. Misalnya dengan ditemukannya internet maka seseorang bisa mengirimkan kabar, informasi, data menggunakan komputernya ke seluruh penerima di berbagai belahan dunia. Sebagai sumber informasi, jaringan internet telah menjadi salah satu sumber pembelajaran di dunia pendidikan. Sistem pembelajaran tidak lagi berfokus pada tatap muka. Sebab, sekarang ini mulai muncul konsep distance learning.


Alasan pentingnya TIK dalam Pendidikan Luar Sekolah (PLS)

1. Meningkatkan kualitas SDM

2. Meningkatkan taraf pendidikan serta kesejahteraan masyarakat

3. Memenuhi kebutuhan masyarakat

4. Memberi pendidikan kepada masyarakat yang belum pernah sekolah


Pengaplikasian TIK dalam Pendidikan Luar Sekolah:

A. Televisi Pendidikan

Televisi pendidikan adalah sebuah stasiun televisi di Indonesia yang dimiliki oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Stasiun televisi ini khusus ditujukan untuk menyebarkan informasi di bidang pendidikan dan berfungsi sebagai media pembelajaran masyarakat.

Tujuan dari televisi pendidikan ini adalah untuk:

  • Membantu mencerdaskan kehidupan bangsa
  • Membantu mewujudkan hak semua warga negara Indonesia untuk memperoleh pengajaran
Kelebihan dan Kekurangan Televisi Pendidikan:

Kelebihan:
  • Bersifat langsung dan nyata, serta dapat menyajikan peristiwa yang sebenarnya
  • Dapat menciptakan kembali peristiwa masa lampau
  • Dapat mempertunjukan banyak hal dan banyak segi yang beraneka ragam
  • Banyak mempergunakan sumber-sumber masyarakat
  • Menarik minat masyarakat
Kekurangan:
  • Biaya operasinal yang cukup mahal
  • TV terlalu menekan pentingnya materi krtimbang proses pembelajaran langsung
  • Diperlukan adanya persiapan terlebih dahulu sebelum pembelajaran berlangsung

B. Radio Edukasi
Radio Edukasi (RE) merupakan salah satu sumber belajar atau media pendidikan yang dikembangkan oleh Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan dan Kebudayaan (BPMRPK) Yogyakarta sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) PPUSDATIN-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 
Radio Edukasi merupakan wadah untuk mengimplementasi-kan hasil-hasil pengembangan program media audio/ radio pendidikan yang diproduksi oleh BPMRP Yogyakarta. Radio Edukasi mulai beroperasi pada tanggal 1 Oktober 2007 di Yogyakarta dan dipancarkan melalui Frekuensi AM 1251 kHz.

Radio Edukasi menyiarkan berbagai materi pendidikan yang dikemas dengan santun, cerdas, dan menghibur serta disiarkan dalam berbagai bentuk program acara. Konten siaran yang disajikan/disiarkan RE terdiri atas media audio pendidikan, baik untuk pendidikan formal, nonformal maupun informal. Media audio yang ditujukan untuk pendidikan formal adalah Media Audio Penunjang Pendidikan (MAPP). Media audio untuk pendidikan nonformal, antara lain berisikan “Dongeng”, “Kisah Tokoh”, “Risalah Nabi dan Sahabat”, “RE Musisi”, serta “RE Jalan-Jalan Sore (JJS). Di samping itu, RE juga menurut Innayah (2009) ikut menyebarluaskan informasi dan kebijakan pendidikan dengan pola sajian yang mendidik, interaktif, dan menghibur. Media audio/ radio merupakan media pendidikan yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber belajar (learning resources).

Siaran Radio Edukasi dapat digunakan untuk belajar karena membahas materi berbagai pelajaran, membuat pelajaran lebih menarik, di samping masyarakat mendapatkan informasi dan pengetahuan melalui siaran RE. Sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian analisis kebutuhan belajar masyarakat ini adalah menyusun konten siaran dengan memperhatikan kompetensi peserta didik, pendidik, dan masyarakat dengan tingkat pengetahuan yang dikuasai peserta didik, pendidik, dan masyarakat sebagai sasaran dari Radio Edukasi.




Sumber:
https://fdokumen.com/document/aplikasi-tik-dalam-pls.html
http://pena.belajar.kemdikbud.go.id/2020/10/radio-edukasi-sebagai-sumber-belajar/


Selasa, 21 September 2021

 Penyesuaian Penggunaan TIK dengan kebutuhan warga belajar







Warga belajar adalah anggota masyarakat, tanpa batas umur, yang memerlukan suatu atau beberapa jenis pendidikan tertentu, mempunyai hasrat untuk belajar, serta bersedia membiayai sebagian atau segala keperluan belajarnya. Pengertian warga belajar adalah proses menuju tercapainya kedewasaan atau tingkat yang lebih sempurna pada suatu individu dan bersifat kualitatif. Perkembangan merupakan proses yang berjalan sejajar dengan pertumbuhan, faktor “ faktor yang mempengaruhinya yaitu factor internal dan factor eksternal ligkungan. Faktor lingkungan bisa saja di dapatkan dari dalam rumah dan sekolah melalui interaksi social. Hubungannya dengan pendidikan, sekolah merupakan pusat pengembangan peserta didik, guru dan lainnya, artinya sekolah berfungsi sebagai tempat pemberdayaan masyarakat dan sekolah juga harus dapat melakukan pengembangan dan perubahan transformasional kurikulum diharapkan dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar dan mengajar. Tetapi keluhan tentang lemahnya minat belajar anak juga dapat ditimbulkan ketika anak berhadapan dengan guru dan biasanya yang sering terjadi di lingkungan sekolah berkaitan kriteria guru yang mereka sukai yang dapat meningkatkan minat belajar mereka. 

Warga belajar merupakan suatu komponen masukan dalam system pendidikan, yang selanjutnya di proses dalam proses pendidikan, sehingga menjadi manusia yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan.Pendekatan sosial warga belajar adalah anggota masyarakat yang sedang di siapkan untuk menjadi anggota masyarakat yang lebih baik. Pendekatan psikologis warga belajar adalah suatu organisme yang sedang tumbuh dan berkembang menggambarkan perubahan kualitas dan abilitas dalam diri seseorang, yakni adanya perubahan dalam struktur, kapisitas, fungsi dan afisiensi. Perkembangan itu bersifat keseluruhan, misalnya perkembangan intelegensi, sosial, emosional, sepiritual, yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Pedekatan Edukatif yaitu pendekatan pendidikan menempatkan peserta didik sebagai unsur penting yang memiliki hak dan kewajiban dalam rangka sistem pendidikan menyeluruh dan terpadu. 


PELATIHAN E-LEARNING UNTUK TUTOR PENDIDIKAN KESETARAAN

Dalam dunia pendidikan terdapat tiga lembaga, yaitu lembaga formal, lembaga informal, dan 
lembaga non-formal. Lembaga formal merupakan jalur pendidikan terstruktur dan berjenjang yang 
terdiri dari sekolah dasar, sekolah menengah, dan perguruan tinggi, yang biasa kita sebut SD, SMP, 
SMA, SMK, universitas atau sekolah tinggi. Lembaga informal adalah lembaga mandiri atau 
lingkungan yang mendampingi belajar peserta didik, contohnya seperti bimbel. Lembaga non formal sering dikenal sebagai sekolah kesetaraan. Salah satu lembaga non formal adalah Pusat 
Kegiatan Belajar Masyarakat atau disingkat dengan PKBM. 

Peserta didik atau yang disebut dengan warga belajar berasal dari kalangan umum dan tidak 
berpatok umur. Banyak dari warga belajar memiliki profesi sebagai pekerja, yang memiliki 
keterbatasan waktu untuk menghadiri pertemuan tatap muka. Warga belajar dari PKBM Negeri 16 
terdiri dari pekerja, anak homeschooling, dan peserta didik di sekolah internasional. Pembelajaran 
yang digunakan warga belajar adalah gabungan pembelajaran klasikal, tutorial, dan pembelajaran 
mandiri.

Pembelajaran dengan TIK akan sangat mendukung pembelajaran di PKBM. Pemanfaatan TIK 
sangat mendukung pembelajaran mandiri, belajar mandiri adalah bentuk belajar dimana peserta 
belajar dapat membuat keputusan-keputusan penting sesuai dengan kebutuhan belajarnya sendiri.(
Nurdin, 2010). Warga belajar di PKBM memiliki keterbatasan waktu untuk melakukan 
pembelajaran tatap muka, oleh karena itu perlu di susun dan dikembangkan model dan paket 
pembelajaran dengan memanfaatkan TIK agar warga belajar dapat terfasilitasi untuk bebas belajar, 
dimana saja, dan kapan saja. 

Pembelajaran Online atau dikenal dengan pembelajaran elektronik, atau e-learning adalah 
pembelajaran yang disampaikan dengan memanfaatkan elektronik seperti komputer. (Roblyer, 
2016. Umumnya untuk mengakses materi online learning melalui jaringan, website, internet, 
intranet, CD dan DVD (Smaldino, Lowther dan Russell,2015). Dabbagh & Ritland (2005) 
mendefinisikan e-learning sebagai lingkungan belajar terbuka yang mengunakan perangkat 
pedagogik, internet dan teknologi berbasis web sebagai usaha untuk memfasilitasi pembelajaran 
dan membangun pengetahuan melalui interaksi dan kegiatan yang bermakna.

Salah satu penerapan e-learning adalah dengan memanfaatkan google classroom. 
Google Clasrrom adalah learning management system (LMS) yang membantu pendidik 
untuk membuat dan mengatur kelas secara virtual. Guru dapat membuat kelas, 
memberikan tugas, memberikan nilai dan mengintegrasikan pembelajaran dengan tautantautan yang dapat memperkaya pengetahuan warga belajar tanpa berbayar. (Khophadung& 
Vongtathum, 2016).

Peserta didik atau yang disebut dengan warga belajar berasal dari kalangan umum dan tidak 
berpatokan pada usia. Banyak dari warga belajar memiliki profesi sebagai pekerja, yang memiliki 
keterbatasan waktu untuk hadir pertemuan tatap muka. Warga belajar dari PKBM Negeri 16 terdiri 
dari pekerja, anak homeschooling, dan peserta didik di sekolah internasional. Pembelajaran yang 
digunakan warga belajar adalah gabungan pembelajaran klasikal, tutorial, dan pembelajaran 
mandiri.

Pembelajaran dengan TIK akan sangat mendukung pembelajaran di PKBM. Pemanfaatan TIK 
selain mendukung pembelajaran mandiri, juga karena warga belajar di PKBM memiliki 
keterbatasan waktu untuk melakukan pembelajaran tatap muka, oleh karena itu perlu di susun dan 
dikembangkan model dan paket pembelajaran dengan memanfaatkan TIK agar warga belajar dapat 
terfasilitasi untuk bebas belajar, dimana saja, dan kapan saja. 
e-learning adalah salah satu model pembelajaran berbasis TIK. Dabbagh & Ritland (2005) 
mendefinisikan e-learning sebagai lingkungan belajar terbuka yang mengunakan perangkat 
pedagogik, internet dan teknologi berbasis web sebagai usaha untuk memfasilitasi pembelajaran 
dan membangun pengetahuan melalui interaksi dan kegiatan yang bermakna. Salah satu penerapan 
e-learning adalah dengan memanfaatkan google classroom. Google classroom sebagai media 
pembelajaran online memiliki kemudahan dalam hal mengembangkan bahan belajar online, 
mendukung pembelajaran kolaboratif melalui diskusi yang dapat dilakukan secara online, 
pemberian tugas, memberikan nilai dan mengintegrasikan pembelajaran dengan tautan-tautan yang 
dapat memperkaya pengetahuan warga belajar.






Penulis sangat membutuhkan masukkan dan saran untuk menambah kesempurnaan postingan kali ini, untuk itu dimohon kepada para pembaca, jika ada kekeliruan dari postingan penulis kali ini, harap memberikan masukkan dan saran di kolom komentar dan saling berbagi pengetahuan. Terimakasih 😀






Rabu, 15 September 2021

 Aspek Pengelolaan Sumberdaya dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)





A. KESIAPANN EVALUASI) TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) UNTUK PROGRAM PENDIDIKAN LUA SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PENGELOLAAN (PERANCANGAN, PEMANFAATAN, DAR SEKOLAH. 

  

          Perencanaan TIK membutuhkan komponen strategi, yaitu:


Prinsip prinsip perencanaan. Hal ini sebagai dasar dalam merumuskan perencanaan yang ideal sesuai dengan kaidah teoritik dan konseptual ilmu perencanaan (planning study).

Penggabungan dengan sumber daya manusia. Dalam hal ini TIK terkait dengan kurikulum terutama sebagai dasar dalam perumusan tujuan, pemenuhan bahan pembelajaran, strategi pembelajaran dan evaluasi. TIK pada dasarnya sebagai alat untuk membantu (support) pencapaian target kurikulum. Dalam hal ini TIK berfungsi sebagai tambahan (supplement), pelengkap (complement), pengayaan (enrichment) dan pengganti (substuitution) sistem pembelajaran tradisional sebagaimana digariskan dalam sumber daya manusia. 

Pembelajaran yang profesional. TIK menuntut pola pembelajaran modern, lebih mengaktifkan peserta didik, menggunakan berbagai learning resources, optimalisasi potensi peserta didik serta pembelajaran berdasarkan minat (learning by interest). Aspek-aspek tersebut merupakan pola dasar pembelajaran untuk diaplikasikan dalam pembelajaran berbasis TIK. 

Aspek pembiayaan. Hal ini menjadi fokus perencanaan yang mempertimbangkan: perolehan sumber pendanaan pola pengelolaan dana yang diperoleh, responibility, acuntability dan sustainability dana untuk kesinambungan dan keberlanjutan program TIK.

         Adapun Upaya Peningkatan Kapasitas SDM


        Perlu upaya Peningkatan Kapasitas SDM  dan Penataan dalam pendayagunaan, dengan      perencanaan yang matang sesuai dengan kebutuhan, serta pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Oleh karena itu, dilakukan:




Meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya informasi serta pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi. Baik dikalangan pemerintah maupun dikalangan masyarakat.

Pemanfaatan sumber daya pendidikan dan pelatihan termasuk perangkat teknologi informasi dan komunikasi baik yang dimiliki oleh lembaga pemerintah maupun non-pemerintah/masyarakat.

Pengembangan pedoman penyelengaraan pendidikan dan pelatihan bagi lembaga pemerintah agar hasil pendidikan dan pelatihan tersebut sesuai dengan kebutuhan.

 Peningkatan kapasitas peyelenggaraan pendidikan dan pelatihan jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara optimal untuk mengurangi kesenjangan SDM dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi.

 Peningkatan informasi melalui pemberian penghrgaan/ apresiasi kepada seluruh SDM bidang informasi dan komunikasi di pemerintah dan daerah serta masyarakat yang secara aktif mengembangkan inovasi menjadi karya yang bermanfaat bagi pengembangannya.

B. KEBERTERIMAAN WARGA BELAJAR TERHADAP PRODUK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) YANG DIGUNAKAN DALAM PROGRAM PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH. 


Melalui pemanfaatan TIK kita dapat meningkatkan mutu pendidikan, yaitu dengan cara membuka lebar-lebar terhadap akses ilmu pengetahuan dan penyelenggaraan pendidikan bermutu. Sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi memberikan jangkauan yang luas, cepat, efektif, dan efesien terhadap penyebarluasan informasi ke berbagai penjuru dunia. Teknologi informasi berkembang sejalan dengan perkembangan  teori dan komunikasi teknologi yang menunjang terhadap praktik kegiatan pembelajaran.  Kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang paling pokok dalam keseluruhan proses pendidikan. Hal ini berarti pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses pembelajaran dirancang dan dijalankan secara profesional. 



Adapun ini manfaat-manfaat internet dari perkembangan teknologi informasi saat ini adalah sebagai berikut :

Bisa mengembangkan kreativitas yang telah kita miliki

Mempermudah kita untuk mencari informasi-informasi terbaru

Bisa menjalin tali silahturahim dengan teman atau kerabat yang jauh

Mencari penghasilan misalnya dengan cara penjualan online atau yang lain-lain

Bisa menyalurkan sebuah hobi yang kita miliki, misalnya hobi menulis bisa tersalurkan dengan cara kita menulis sebuah artikel, cerita pendek, novel serta menulis yang lainnya

Bisa mencari beberapa informasi tentang lowongan pekerjaan

Bisa membantu para pelajar ataupun mahasiswa dalam mengerjakan tugas atau mengerjakan soal-soal latihan secara online, dan masih banyak lagi.

Manfaat itu semua yang menjadikan masyarakat lebih sering menggunakan internet dalam kehidupan sehari-hari, apalagi sekarang ini banyak dijual komputer atau laptop dengan harga yang terjangkau sehingga banyak kalangan masyarakat yang sudah memilikinya. Namun, apabila kemajuan teknologi informasi ini tidak didampingi dengan majunya ilmu pengetahuan bisa saja kemajuan teknologi ini bukan menjadi bermanfaat pada si pengguna tapi malah menimbulkan berbagai masalah yang merugikan bagi si pengguna. Oleh karena itu, manfaatkan kecanggihan teknologi informasi ini dengan sebaik-baiknya agar bisa memberikan manfaat kepada kita.






referenasi :

https://itamilandarikhotimah.wordpress.com/2012/09/03/respon-masyarakat-terhadap-perkembangan-teknologi-informasi/

 http://blog.iain-tulungagung.ac.id/wp-content/uploads/sites/100/2013/11/TIK_inEduMat.pdf


Peranan Produk Teknologi Informasi dan Komunikasi Merancang produk dengan teknologi informasi merupakan sesuatu yang telah umum dilakukan. D...