Warga belajar adalah anggota masyarakat, tanpa batas umur, yang memerlukan suatu atau beberapa jenis pendidikan tertentu, mempunyai hasrat untuk belajar, serta bersedia membiayai sebagian atau segala keperluan belajarnya. Pengertian warga belajar adalah proses menuju tercapainya kedewasaan atau tingkat yang lebih sempurna pada suatu individu dan bersifat kualitatif. Perkembangan merupakan proses yang berjalan sejajar dengan pertumbuhan, faktor “ faktor yang mempengaruhinya yaitu factor internal dan factor eksternal ligkungan. Faktor lingkungan bisa saja di dapatkan dari dalam rumah dan sekolah melalui interaksi social. Hubungannya dengan pendidikan, sekolah merupakan pusat pengembangan peserta didik, guru dan lainnya, artinya sekolah berfungsi sebagai tempat pemberdayaan masyarakat dan sekolah juga harus dapat melakukan pengembangan dan perubahan transformasional kurikulum diharapkan dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar dan mengajar. Tetapi keluhan tentang lemahnya minat belajar anak juga dapat ditimbulkan ketika anak berhadapan dengan guru dan biasanya yang sering terjadi di lingkungan sekolah berkaitan kriteria guru yang mereka sukai yang dapat meningkatkan minat belajar mereka.
Warga belajar merupakan suatu komponen masukan dalam system pendidikan, yang selanjutnya di proses dalam proses pendidikan, sehingga menjadi manusia yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan.Pendekatan sosial warga belajar adalah anggota masyarakat yang sedang di siapkan untuk menjadi anggota masyarakat yang lebih baik. Pendekatan psikologis warga belajar adalah suatu organisme yang sedang tumbuh dan berkembang menggambarkan perubahan kualitas dan abilitas dalam diri seseorang, yakni adanya perubahan dalam struktur, kapisitas, fungsi dan afisiensi. Perkembangan itu bersifat keseluruhan, misalnya perkembangan intelegensi, sosial, emosional, sepiritual, yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Pedekatan Edukatif yaitu pendekatan pendidikan menempatkan peserta didik sebagai unsur penting yang memiliki hak dan kewajiban dalam rangka sistem pendidikan menyeluruh dan terpadu.
Dalam dunia pendidikan terdapat tiga lembaga, yaitu lembaga formal, lembaga informal, dan
lembaga non-formal. Lembaga formal merupakan jalur pendidikan terstruktur dan berjenjang yang
terdiri dari sekolah dasar, sekolah menengah, dan perguruan tinggi, yang biasa kita sebut SD, SMP,
SMA, SMK, universitas atau sekolah tinggi. Lembaga informal adalah lembaga mandiri atau
lingkungan yang mendampingi belajar peserta didik, contohnya seperti bimbel. Lembaga non formal sering dikenal sebagai sekolah kesetaraan. Salah satu lembaga non formal adalah Pusat
Kegiatan Belajar Masyarakat atau disingkat dengan PKBM.
Peserta didik atau yang disebut dengan warga belajar berasal dari kalangan umum dan tidak
berpatok umur. Banyak dari warga belajar memiliki profesi sebagai pekerja, yang memiliki
keterbatasan waktu untuk menghadiri pertemuan tatap muka. Warga belajar dari PKBM Negeri 16
terdiri dari pekerja, anak homeschooling, dan peserta didik di sekolah internasional. Pembelajaran
yang digunakan warga belajar adalah gabungan pembelajaran klasikal, tutorial, dan pembelajaran
mandiri.
Pembelajaran dengan TIK akan sangat mendukung pembelajaran di PKBM. Pemanfaatan TIK
sangat mendukung pembelajaran mandiri, belajar mandiri adalah bentuk belajar dimana peserta
belajar dapat membuat keputusan-keputusan penting sesuai dengan kebutuhan belajarnya sendiri.(
Nurdin, 2010). Warga belajar di PKBM memiliki keterbatasan waktu untuk melakukan
pembelajaran tatap muka, oleh karena itu perlu di susun dan dikembangkan model dan paket
pembelajaran dengan memanfaatkan TIK agar warga belajar dapat terfasilitasi untuk bebas belajar,
dimana saja, dan kapan saja.
Pembelajaran Online atau dikenal dengan pembelajaran elektronik, atau e-learning adalah
pembelajaran yang disampaikan dengan memanfaatkan elektronik seperti komputer. (Roblyer,
2016. Umumnya untuk mengakses materi online learning melalui jaringan, website, internet,
intranet, CD dan DVD (Smaldino, Lowther dan Russell,2015). Dabbagh & Ritland (2005)
mendefinisikan e-learning sebagai lingkungan belajar terbuka yang mengunakan perangkat
pedagogik, internet dan teknologi berbasis web sebagai usaha untuk memfasilitasi pembelajaran
dan membangun pengetahuan melalui interaksi dan kegiatan yang bermakna.
Salah satu penerapan e-learning adalah dengan memanfaatkan google classroom.
Google Clasrrom adalah learning management system (LMS) yang membantu pendidik
untuk membuat dan mengatur kelas secara virtual. Guru dapat membuat kelas,
memberikan tugas, memberikan nilai dan mengintegrasikan pembelajaran dengan tautantautan yang dapat memperkaya pengetahuan warga belajar tanpa berbayar. (Khophadung&
Vongtathum, 2016).
Peserta didik atau yang disebut dengan warga belajar berasal dari kalangan umum dan tidak
berpatokan pada usia. Banyak dari warga belajar memiliki profesi sebagai pekerja, yang memiliki
keterbatasan waktu untuk hadir pertemuan tatap muka. Warga belajar dari PKBM Negeri 16 terdiri
dari pekerja, anak homeschooling, dan peserta didik di sekolah internasional. Pembelajaran yang
digunakan warga belajar adalah gabungan pembelajaran klasikal, tutorial, dan pembelajaran
mandiri.
Pembelajaran dengan TIK akan sangat mendukung pembelajaran di PKBM. Pemanfaatan TIK
selain mendukung pembelajaran mandiri, juga karena warga belajar di PKBM memiliki
keterbatasan waktu untuk melakukan pembelajaran tatap muka, oleh karena itu perlu di susun dan
dikembangkan model dan paket pembelajaran dengan memanfaatkan TIK agar warga belajar dapat
terfasilitasi untuk bebas belajar, dimana saja, dan kapan saja.
e-learning adalah salah satu model pembelajaran berbasis TIK. Dabbagh & Ritland (2005)
mendefinisikan e-learning sebagai lingkungan belajar terbuka yang mengunakan perangkat
pedagogik, internet dan teknologi berbasis web sebagai usaha untuk memfasilitasi pembelajaran
dan membangun pengetahuan melalui interaksi dan kegiatan yang bermakna. Salah satu penerapan
e-learning adalah dengan memanfaatkan google classroom. Google classroom sebagai media
pembelajaran online memiliki kemudahan dalam hal mengembangkan bahan belajar online,
mendukung pembelajaran kolaboratif melalui diskusi yang dapat dilakukan secara online,
pemberian tugas, memberikan nilai dan mengintegrasikan pembelajaran dengan tautan-tautan yang
dapat memperkaya pengetahuan warga belajar.
Penulis sangat membutuhkan masukkan dan saran untuk menambah kesempurnaan postingan kali ini, untuk itu dimohon kepada para pembaca, jika ada kekeliruan dari postingan penulis kali ini, harap memberikan masukkan dan saran di kolom komentar dan saling berbagi pengetahuan. Terimakasih 😀