Minggu, 29 Agustus 2021

Pemanfaatan media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pendidikan Luar Sekolah








Pendidikan Luar Sekolah ( PLS ) merupakan jenis pendidikan yang tidak selalu terkait dengan jenjang dan struktur persekolahan , namun dapat berkesinambungan. Pendidikan Luar Sekolah menyediakan program pendidikan yang memungkinkan terjadinya perkembangan peserta didik dalam bidang sosial, keagamaan, budaya, keterampilan dan keahlian.Melalui Pendidikan Luar Sekolah ( PLS) setiap warga negara dapat memperluas wawasan pemikiran dan peningkatan kualitas pribadi dengan menerapkan landasan belajar seumur hidup. Selanjutnya Pendidikan Luar Sekolah (PLS) mencakup :

- Pendidikan keterampilan

- Pendidikan perluasan wawasan

- Pendidikan keluarga,

Pendidikan keterampilan mempersiapkan peserta didik untuk memiliki kemampuan melaksanakan suatu jenis pekerjaan tertentu. Pendidikan perluasan wawasan meningkatkan peserta didik memiliki pemikiran yang lebih luas. Sedangkan pendidikan keluarga memberikan pengetahuan//keterampilan dasar, agama dan kepercayaan, nilai moral, norma sosial, pandangan cara hidup untuk dapat berperan dalam keluarga dan masyarakat.

Pendidikan Luar Sekolah (PLS) menggunakan pembelajaran bermakna, artinya lebih berorientasi dengan pasar, dan hasil pembelajaran dapat dirasakan langsung manfaatnya, baik oleh masyarakat maupun peserta didik itu sendiri.

Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 73 Tahun 1991, tentang Pendidikan Luar Sekolah Bab I Pasal I dinyatakan bahwa pendidikan luar sekolah adalah pendidikan yang diselenggarakan di luar sekolah baik dilembagakan maupun tidak. Selanjutnya dalam Bab II Pasal 2 dinyatakan bahwa pendidikan luar sekolah bertujuan :

      1.Melayani warga belajar supaya dapat tumbuh dan berkembang sedini mungkin dan sepanjang hayatnya guna meningkatkan martabat dan mutu kehidupannya ;

      2.Membawa warga belajar agar memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap mental yang diperlukan untuk mengembangkan diri, bekerja mencari nafkah atau melanjutkan ke tingkat dan/atau jenjang pendidikan yang lebih tinggi ;

      3.Memenuhi kebutuhan belajar masyarakat yang tidak dapat dipenuhi dalam jalur pendidikan sekolah.


A. TIK sebagai infrastruktur pembelajaran

Penggunaan TIK sebagai salah satu komponen pembelajaran akan meningkatkan kualitas pembelajaran itu sendiri. Pembelajaran jadi bisa dilaksanakan di mana saja dan kapan saja, serta tidak terkendala lagi oleh keadaan di mana peserta didik, pengajar dan bahan ajar terpisah secara geografis.


B. TIK sebagai sumber bahan belajar

Pemanfaatan TIK sebagai suatu sumber bahan belajar akan menjamin tersedianya materi-materi pembelajaran yang selalu terperbaharui dan selalu tersedia untuk diakses setiap saat. Selain itu materi-materi pembelajaran pun akan lebih mudah untuk diperbaharui menyesuaikan dengan cepatnya perkembangan ilmu pengetahuanyang terjadi.

Contoh : warga belajar yang sedang belajar tentang life skill otomotif  misalnya dapat mencari bahan pembelajaran atau materi pembelajaran lewat internet dll.


C. TIK sebagai alat bantu dan fasilitas pembelajaran

Melalui pemanfaatan TIK sebagai alat bantu dan fasilitas pembelajaran, suatu materi pembelajaran akan tersampaikan dengan lebih baik dengan mempertimbangkan konteks dunia nyatanya. Ilustrasi berbagai fenomena ilmu pengetahuan akan tersampaikan dengan lebih riil sehingga penyerapan bahan ajar pun terjadi denganlebih cepat. Melalui pemanfaatan TIK juga interaksi antar peserta didik akan lebih tinggi sehingga akuisisi ilmu pengetahuan di antara mereka akan berlangsung dengan lebih baik, baik secara kualitas maupun kuantitas. Selain itu, peserta didik akan menjadi mampu melakukan eksplorasi terhadap pengetahuannya secara lebih bebas dan mandiri.

Contohnya : penggunaan infokus dalam media pembelajaran 

 

D. TIK sebagai pendukung  manajemen  pembelajaran

Pemanfaatan TIK dalam mendukung manajemen pembelajaran dapat dipergunakan

untuk   membantu       mengelola        dan      mengolah         data-data         pendidikan dan pembelajaran sehingga menghasilkan suatu lembaga pendidikan yang berkualitasyang mampu menyediakan data pendidikan yang akurat, mudah dipergunakan, serta dapat diperoleh dengan tepat waktu.

Contoh : memanfaatkan komputer dalam memanajemen arsip-arsip pengelolaan PLS


E. TIK sebagai sistem pendukung  keputusan.

Ketersediaan data-data pendidikan yang akurat dapat digunakan oleh para pembuat keputusan dan pemegang kewenangan untuk membuat keputusan yang tepat bagi sistem pendidikan yang berlangsung. Sistem kerja TIK yang membuat suatu data bisa selalu diperbaharui dan tersedia setiap saat akan memberikan jaminan terhadap ketersediaan data-data yang valid dan reliabel guna terciptanya keputusan dankebijakan yang menguntungkan suatu pihak.

Satu hal yang jelas dari kegiatan pemanfaatan TIK dalam pendidikan, bahwa TIK kini memegang peranan yang penting dalam penyelenggaraan suatu sistem pendidikan guna menjamin terciptanya pendidikan yang berkualitas, perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan umat manusia. Berbagai aplikasi teknologi informasi dan komunikasi harus selalu dikembangkan dan ditingkatkan kualitasnya agar dapat selalu memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang senantiasa berkembang di dunia pendidikan dan pembelajaran.




Penulis sangat membutuhkan masukkan dan saran untuk menambah kesempurnaan postingan kali ini, untuk itu dimohon kepada para pembaca, jika ada kekeliruan dari postingan penulis kali ini, harap memberikan masukkan dan saran di kolom komentar dan saling berbagi pengetahuan. Terimakasih 😀


14 komentar:

Peranan Produk Teknologi Informasi dan Komunikasi Merancang produk dengan teknologi informasi merupakan sesuatu yang telah umum dilakukan. D...